Feeds:
Tulisan
Komentar

Level Tour guide

Mengapa di dalam posting ini mengunakan istilah Syariat, Hakikat, dan Marifat, karena hal yang dibahas dibawah ini menyangkut sesuatu yang tidak dapat digambarkan secara fisik (psikis) dan hanya diketahui oleh diri sendiri seorang tour guide, jiwa seorang guide atau dengan kata lain “Operating System seorang tour guide!”
Tour guide berdasarkan atitude dan mentalitas dapat dibedakan menjadi 3 level, tingkatan ini didasarkan atas pengamantan sikap, cara kerja dan tingkah-polah (attitude) tour guide, dalam menjalankan profesinya.
1. Tour guide dengan level Syariat
ini adalah tataran yang paling rendah bagi seorang tour guide, dengan jam terbang rendah dan pengalaman yang terbatas. Pada level ini seorang tour guide masih mencari jatidiri, akan melakukan apa saja untuk memperkenalkan dirinya kepada user, baik dengan cara yang sopan ataupun denga cara yang kurang sehat. Cara sehat: dia akan memperkenalkan dirinya kepada user
dari user yang satu ke user yang lain bahwa mempunyai skill yang mumpuni untuk menjadi seorang tour guide . Cara kurang sehat: untuk memperkenalkan dirinya dia kan menceritan tentang pengalaman di depan user yang tidak tahu sama sekali dengan teme pembicaraan, membesar-besarkan dirinya sebagai seorang yang perfect banyak pengalaman, dan suka menelanjangi guide-guide kompetitornya.
2. Tour guide dengan level Hakikat
Pada level ini tour guide sudah mulai mapan dengan jam terbang yang banyak, pada tataran kedua ini tour guide sudah mempunyai jati diri dan berani mengambil keputusan untuk berekspressi untuk menjalankan profesinya, akan tetapi rasa ketergantungan dengan user masih sangat kuat, sehingga dia akan sama saja ketakutan apabila sampai user tidak mau memakainya lagi, apapun akan dilakukannya agar kelihatan perfect dan orang yang loyal dengan user. Demikian juga pada ketergantungan pada art shop sangat tinggi sehingga apabila tamu tidak membeli barang sauvenir sedikitpun dia akan bernyanyi berasumsi bahw tourist ybs adalah jelek.
3. Tour guide dengan level Ma’rifat
Ini adalah tataran tertinggi seorang tour guide, dinama dia tidak tergantung lagi dengan user dan art shop, sehingga dia berani menolak order yang kelihaan tidak masuk akal. Guide pada tataran ini menganggap owner travel bureau sebagai user adalah satu level, karena level ini tour guide lebih tinggi kedudukannya dari pada owner dan dapat bertindak sebagai Tour Operator yang dapat dan berani menentukan sendiri tarif dan menjual langsung ke konsumen langsung, mengatur sebuah tour arrangement, mendatangkan tourist sendiri dari manca negara. Pada level ini guide tidak perlu ngemis-ngemis ke user lokal dengan mengucap janji setia kepada user dengan mengatakan “penjah gesang nderek njenengan mbak…. Sr !”. Baginya order akan mencari nya bukan dia yang mencari order seperti guide yang berada pada tataran Syariat, dan Hakikat. Baginya artshop yang akan mencarinya, untuk menawarkan barang-barangnya bukan dia yang menjadi salesman sebuah art-shop. Guide ma’rifat akan mengatakan “Mbak Sri silakan umumkan …. ke khalayak bahwa aku njenengan blaklis ! “

Bagaimanan seorang tour guide dapat berpindah level?
Usia tour guide dan jam terbang serta kemampuan berbahasa tidak berpengaruh untuk menempatkan dirinya pada level-level di atas, penempatan dimana dia berada didasarkan atas kemampuan serta kemauan dia untuk berada di level yang paling baik. Seorang yang guide yang usisnya 20 tahun dapat juga berada di level Ma’rifat apabila dia mampu tidak tergantung dengan user dan dia berani menjual dirinya langsung ke konsumen seperti points point yang tertera pada level Ma’rif.
Walaupun seorang tour guide telah mempunyai jam terbang yang sangat,akan tetap tingkah polahnya masih sangat rendah dengan menghamba user dengan statement “pejah gesang nderek njenengan mbak S !”< maka dia akan menempatkan dirinya pada level yang paling rendah, sebagai sorang tour guide (senior) yang tua umurnya akan tetapi nutty attitude, yang ketakuatan dengan user dan senantiasa mempromosikan dirinya sendiri sebagai seorang guide yang paling hebat.
Posting ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan sebuah profesi yang terhormat, akan tetapi dimaksudkan untuk memberi gambaran, di level nama seorang tour guide ditempatkan oleh dirinya sendiri, mengingat dengan level yang semakin tinggi seorang tour guide akan lebih dihormati, sehingga tour guide di Jogakarta, tidak dianggap sebagai profesi “timun wungkuk dalam dunia pariwisata” . Berbeda dengan bermain catur, yang menempatakan adalah pemain bukan buah catur sendiri yang menginginkan. tetapi guide adalah pemain sekaligus buah catur yang sanggup menempatan dirinya sesuai dengan pilihan nasibnya.

Cerita 5 . Matinya seorang tour guide
Adalah hal yang manusia, seorang tour guide dapat juga mati, akan tetapi bagaimana seorang tour guide mati marilah kita bahas. Tour guide adalah profesi yang dalam kegitannya sangat penuh stress. Pada dasarnya pola kehidupan sehari-hari seorang guidelah yang dapat menimbulkan penyakit yang mematikan dan ada beberapa factor utama yang dapat menyababkan seorang tour guide mati antara lain:

1. Kolesterol
makan gratis ketika memandu adalah rayuan maut bagi seorang guide untuk memakan apa saja yang disediakan restaurant. Rakus dengan apa saja akan menimbulkan kolesterol yang tidak terkontrol sehingga. Lambat laun akan menyebabkan penyumbatan pembuluh darah dan akitakan orang terkena stroke.

2. Penyakit gangguan jiwa
Bekerja dengan menerima tawaran upah rendah dan dengan mengharapkan komisi dan tip dari tamu adalah juga penyebab kehidupan guide menjadi stress. Ketika menjemput tamu di airport yang terlihat adalah tamu yang berbaju batik tulis tangan dengan istrinya yang memakai assesoris perak dari atas kebawah. Wahh jutaan rupiah akan masuk kantong. Ternyata tamu yang dia terima adalah tamu yang tidak belanja, sehingga yang expressi yang muncul hanya umpatan-umpatan yang dia tujukan kepada tamu itu. Pola kehidupan yang seperti ini terus menerus akan menyebabkan kelainan pada jiwa seorang guide. Seperti biasanya orang yang mau mati dituntun mengucapkan nama tuhannya, kan tetapi guide stress aketika akan mati dia akan menyebutkan jumlah komisi atau arts shop yang memberi komisi.

Untuk menghindari mati dengan penyebab tersebut diatas, sangat perlu bagi tour guide untuk kembali kehidupan semula yaitu hidup yang sesuai dengan titahnya seorang guide yakni sebagai seorang perkerja, yang tidak perlu memikirkan ini dan itu.

Ketika HOTEL AMBARUKMO masih berjaya , di situlah berderet-deret Kantor and Travel Biro. Dan di situlah ada travel biro yang sedang berjaya tanpa tanding dengan pemimpinya adalah seorang seorang yang klimis dan berbedak tebal, sat itu didepan pintu kantor travel selalu ada saja guide yang berdandan rapi klimis, yang mengantri laporan atau ngantri ngguling-ngguling njaluk order njaluk order karo ngengsot-ngesot, sambil berkata “Mbak ini saya tanggal sekian kosong, boleh bantu-bantuk kalau ada tamu !” Suatu hari ada seorang tour guide baru, yang pada saat itu bekerja di travel biro tersebut tanpa berhenti dengan semangat 45 dan telah menganggap dirinya sebagai golden boy, karena maklum orang baru dan tamu jerman pada saat itu mbludak, tiba-tiba ditemukan terduduk lemas sambil berkata “Aku sekarang tidak diberi order lagi oleh si ibu itu 1″ Dijawab “Loh kok lemes bukankah kau seorang yang dibutuhkan, bukan kah kau adalah golden boy-nya ibu?” “Iya tetapi gara-gara laporan seorang sopir yang sedang cari muka sehingga akau dilaporkan kepada ibu kalau aku memberikan kartu nama kepada tamu, sehingga mulai hari ini aku akan tidak diberi order lagi oleh si ibu, Wahh mati aku 1″. Betul sekali jaman itu kekuasaan si ibu betul-betul absolut, melebihi seorang president.

Beberapa tahun yang lalu seorang guide yang memproklamasikan dirinya sebagai seorang senior, memberi gagasan, bahwa seorang guide boleh menewarkan jasa pemanduan dengan boleh denga siapa saja, dari travel biro lokal, asing , instansi pemerintah, swasta sampai denga individu-individu langsung, pada akhir cerita akhirnya diputuskan untuk membuat semacam booklet, atau sebuah buku kecil yang berisi informasi pariwista  Yogyakarta, lengkap dengan data–data sekolah alamat beserta foto guide yang akan disebarkabn secara gratis diegala penjuru Indonesia. Untuk itu disebarkanlah formulir  untuk mengumpulkan data-data dan foto setengah badan, dengan dana sebanyak RP 60.000/guide. Dalam meeting dana digunakan untuk pembuatan booklet. Semua setor dengan harapan nama nya akan dipublikasikan dan segera dapat masukan dari promosi melalui booklet, denga nama seorang guide yang tertera bagai seorang artis papan atas yang lagi naik daun. Akan tetapi setelah lama –ditunggu  ditk pernah ada yang namanya booklet atau sejenis yang disebarkan , bahkan cerita kelanjutannya juga tidak ada sanpai tahun – berganti tahun tidak pernah direalisasikan.

Oh tegenya ngaku senior, gawe proyek  duwit konco dewe kok ditilep, apa ora isin, gak ono laporane pisan.

Paguyuban Guide

Seorang teman guide yang dengan setianya selalu membawa tour guide tools, mengajak kumpul teman-teman seperjuangan untuk berkumpul membuat sebuat paguyuban dan bersepakat  untuk rutin berkumpul untuk berbagi pengalaman, satu dengan yang lain. Namun ternya apa yang dibahas di dalam paguyuban itu, hanya berbagi pengalaman saja  untuk tetap menjadi seorang guide yang disayang travel biro lokal, dan study bagaimana cara mendapatkan komisi dengan berbagi info artshop mana yang dapat memberi komisi, sebuah kumpulan yang hanya untuk membahas bagaimana menjadi lebah pekerja yang baik, bukannya kumpulan untuk bagaimana kelauar jadi lebah pekerja atau  bukan memberi gambaran bahwa tour guide adalah profesi yang dalam mendapatkan pekerjaannya  boleh menawarkan jasa kepada siapa saja, travel biro lokal, luar negeri, ataupun individu-individu langsung, mau pun tidak langsung, merdeka dalam arti tidak hanya freelance akan tetapi lebih dari itu.  Selama ini ada kursus penyegaran  yang diadakan otoritas pariwisata daerah untuk guide  denga materi yang dibahas itu – itu saja dan hanya ada unusefull  study lapangan  sebuah obyek wisata, bahkan survey lapangan obyek wisata yang tidak menarik sama sekali.

Suatu hari ada seorang teman guide yang bernama inisial G, duduk termenung dengan pandangan kosong ke lawan bicara, berkatalah ia “suatu hari aku dapat tawaran dar tour operator dari luar negeri untuk jadi agent representatif di Yogya tapi aku tidak tahu harus berbuat apa karena aku ini memang tidak dilahirkan untuk ngurusi tamu atau mikiri usaha macam itu, aku ini tidak dilahirkan untuk mengorganisir tour atau macam – macam sungguh aku hanya dapat guiding dan guiding sampai hilang nafasku, bukankah guiding itu pekerjaan paling gampang ,Setelah guiding bayaran diterima , selesailah urusanku dan tidur nyenyak, besok bangun guiding lagi dibayar,selesailah urusanku, dapat komisi lagi !” Di dalam dunia serangga, seperti lebah madu, mahluk itu diciptakan dengan fungsi yang memang sudah ditakdirkan dengan blueprint, misalnya lebah madu berdasarkan fungsinya dibagi menjadi tiga, lebah perkerja, lebah prajurit dan ratu, satu dengan yang lain tidak dapat saling menggantikan, lebah pekerja akan bekerja terus sampai mati, prajurit fungsinya hanya ngentup orang setelah itu mati, dan ratu hanya bertelur sapai mati tampa bisa ngentup atau ngumpulke madu. Manusia dilahirkan ibarat sebuah komputer yang habis dirakit tanpa OS Windows, kosong blong, satu – satunya DOS bawaan manusia lahir adalah AKAL untuk manusia progran OS berdasrkan pendidikan, pengalam hidup, dan kemauan, karena bukan blueprint orang yang mengarahkan orang mau jadi pekerja ataupun majikan akan tetapi akal orang yang menentukan garis kehidupan. Jadi pernyataan “ dilahirkan untuk jadi pekerja adalah pernyataan yang salah, yang melecehkan Gusti Allah yang telah memberi kelebihan manusia berupa akal, akan tetapi orang dapat berkata seperti itu hanya untuk mengambil sisi aman saja, karena guiding itu perkerjaan yang tidak perlu mikir, sekali terprogram cerita Borobudu, guide akan berkata sama sampai akhir hayatnya”.

Seorang tour guide senior yang bernama BBM di Yogyakarta /Jogja, melihat adegan seorang tour guide yang umurnya lebih muda, menghandle tamu miliknya sendiri, sambil mata melotot memandang tour guide yang muda seraya dia berseru melontarkan komentar, “Wis tuku bis ?”, mendengar ucapan guide senior sang guide muda mennjawab, “Heeh…… mbok nek ngomong dipikir sik, ora waton nylekop !”.

Expressi yang dilontarkan tour guide tua semacam BBM  “Wis tuku bis ?” adalah expressi yang mengandung pelecehan yang mendalam, sebuah sapaan sarkasme yang teramat dalam, tidak patut dan layak diucapkan sebagai sebuah sapaan kepada sesama tour guide apalagi ditujukan kepada tour guide yang lebih muda, yang notabene tidak punya uang sama sekali untuk membeli sebuah bis!.  Adalah jauh panggang dari api, ditambah lagi dengan pernyataan terakhir yang belum difollow-up “Kok sih gelem guiding?” diibaratkan bahwa guide tua semacam BBM mulai memukul genderang perang dengan generasi yang lebih muda.

Secara psikologis kata-kata itu terlontar dilatarbelakangi ketidakmampuan, kedengkian seorang tour guide tua yang bernama BBM, sing rumongso senior tetapi tidak tahu bagaimana cara mengembangkan dirinya, dia statis stagnan pada keadaan yang sama dari tahun ke tahun tanpa perubahan, yang dia tahu hanya memark-up laporan dan ngejar-ngejar komisi, sehingga ketika melihat generasi yang lebih muda yang kreatif dan inovasif otomatis sebagai expressi spontan dia akan mengatakan ‘”Wis tuku bus?” atau “Isih gelem guiding ?”. Padahal kalau tour guide tua semacam BBM harus berpikiran positif sehingga expressi spontan yang diucapkan adalah “Aku kok ora iso wani koyo kowe iku, ya padahal aku wis luwih tuwa !”

Tetapi karena mental kiss ass sudah mendarah daging sehingga, melihat orang lain dapat yang lebih maju ia akan berusaha melakukan pembunuhan karakter.

Yogyakarta October 31, 2009

lakon cerita wayang, menggambarkan watak manusia

Le, podo mreneo cepet, iki ana gambar wayang, neng didelok gambar iki ora cocok, wong Arjuno kok mimpin Bolokurowo, kudhune sing pantes sing dadi pimpinan Bolokurowo adalah Durno opo dene Togog, yo ora ?


Pak Lik, kok Durno, teng gambar mboten wonten loh?


Iyo le, gak apa-apa iki mung kanggo ngepas-ngepasake karo karakter member-membere sing sinebut Bolokurowo iku, nek membere Sengkuni kabeh sing dadi ketuane kudune yo Pandita Durno, lah nek wong sing rupane koyo D
urno kuwi, eling konco dewe sing entuk sebutan “NN ” kae loh le!,

Yo presis iku sak rupane lan karaktere !”


” Sapurane Pak Lik , nek ingkang terakhir teng polling niku meniko dipun pilih dados Ketua HPI pripun?


” Maksudmu Kyai Togog ? Wah wah setuju buanget iku yo mlebu nominasi, Le !, neng gambare kaya apo ?”


” Meniko loh pak Lik , mang pirsani piyambak mawon, kulo mboten mentolo, ngendikake praupan piyantun menilka ! Hii-hhii nggegirisi “


“Pak Lik, Wes timbang ribut-ribut saiki, silakan isi polling siapakah yang pantas memimpin HPI ?”
HPI sing pundi niki?


Ya sing HPI artine Himpunan Punokawan Indonesia


togog2

My brother Togog

What you think when you stay in rooms cost more than US 480 /night such as: 1 room at Amanjiwo, 1. bungalow in Losari coffee Plantation just to sleep, in the country when the people earn US $ 400 /a year to feed all the family with 4 children. Note:The margin from the this business  will back to the owners hand, not to local people !

Laptop Tour Guide

Introduction:
Pada masa sekarang bukan hal yang istimewa seorang membeli sebuah Laptop, karena dengan harga yang semakin murah dan dengan ukuran yang semakin kecil, akan menarik minat banyak orang untuk membeli
gadget yang satu ini. Kelebihan Laptop di banding dengan smart phone, adalah kapasitas penyimpanan data, dan dengan Laptop kita tidak perlu berganti peralatan untuk akses data ataupun menyimpn file-file kita.

Di Yogyakarta, adalah mulai sedikit demi sedikit menjadi mod, dengan malu-malu dan perasaan kuatir diblaklist mbak Sri,  tour guide membawa mini Laptop yang juga disebut dengan netbook, akan tetapi ada dua kemungkinan dengan fungsi  Laptopnya yaitu:

- sebagai penyimpan dan pemutar gambar porno
- sarana untuk menunjang perkerjaannya.
- gadget untuk bergaya

Bagi sebagian tour guide yang mempunyai wawasan ke depan, Laptop adalah sarana yang memang benar-benar sangat berguna untuk meningkatkan pendapatan, menambah wawasan dengan fasilitas akses internet. Akan tetapi bagi sebagian tour guide di Yogyakarta yang kuper dan pekok, walaupun belum pernah pegang atau melihat bentuk Laptop seperti nama dibawah ini, mereka akan memberikan statement bahwa Laptop tidak ada fungsinya karena dianggap sebagi suatu alat yang tidak dapat berfungsi seperti yang mereka pikirkan.

Study kasus relevansi tour guide dan Laptop:

Ini ada relevansinya dengan pernyataan  dari tour guide di Yoyakarta seperti:

1.Bb Bebek - adalah seorang guide yang senior usianya yang mempertanyakan apakah Laptop dapat untuk meramal apakah tamu belanja atau tidak. Bagi sebagian besar tour guide di Yogyakarta yang shopping minded menganggap Laptop tidak ada gunanya karena tidak dapat untuk memprediksi apakah tourist mau belanja atau tidak.
2. Tn Cemplon – yang mempertanyakan apakah laptop dapat digunakan untuk meramal angka togel yang akan keluar. Bagi sebagian tour guide di Yogyakarta yang senang berjudi dan kepalanya dipenuhi dengan ramalan togel sehingga ia memandang  Laptop tidak ada fungsinya karena tidak dapat merapal angka togel yang akan keluar besok.

Summary:
Dari kedua contoh tersebut diatas dapat disimpulkan bahwa sebagian Tour Guide menganggap Laptop sebagai mainan yang tidak ada gunanya karena tidak dapat untuk hal-hal yang tersebut di atas . Sebuah Laptop apa bila ditangan Bebek akan dibanting karena tidak dapat untuk meramal apakah tamu belanja atau tidak, begitu juga apabila ada ditangan Cemplon Loptop akan dibanting karena tidak dapat untuk meramal togel. Tour guide yang tidak tahu fungsi sebuah Laptop seperti dua nama besar tersebut di atas,
sebaiknya tidak perlu berkomentar apapun, karena statement itu mereka lontarkan sebagai cara untuk kiss ass agar mendapat perhatian dari user bahwa mereka adalah orang yang loyal.

Tulisan Sebelumnya »