Betul betul mengecewakan polecy hotel di Yogyakarta untuk pelaku local pariwisata di Yogyakarta. Kok bisa ? Sebagai pelaku pariwisata lokal Yogyakarta kita tidak disupport denga harga room yang baik, yang menguntungkan.
Ketika kita sebagai pelaku pariwista lokal mereservasi hotel yang ada di Yogyakarta, hotel akan memberikan harga yang masih sangat mahal yang hanya tepaut beberapa point dari published rate. Coba bandingkan haga hotel yang ada di Jalan Maioboro misalnya: untuk pelaku lokal akan memdapatkan harga yang tidak jauh dari harga published IDR 500.000 . Sedangkan di internet disebutkan atau di broker hotel semacam Asia Room, room hotel hanya seharga IDR 450.000 , harga yang fantastis dibawah harga yang diberikan kepada pelaku lokal. Pada kenyataannya pelaku wisata lokal Yogyakarta juga tidak di support oleh hotel yogya sendiri, karena dari broker room hotel Indonesia sendiri harganya lebih murah daripada yang diberikan oleh hotel kepada pelaku wisata lokal. Itu tentang harga, belum lagi yang lain misalanya ketika hotel memberikan harga dengan dollar kita akan terkena bookkeeping yang sangat-sangat tinggi. Itu hanya sebagaian saja yang tampak nyata dari tindakan yang tidak mensupport sama sekali pelaku pariwisata lokal. Pernah dilaporkan sebuah hotel berbintang lima yang telah deal dengan pelakupariwisata lokal akan tetapi ketika de rekonfirmasi harganya telah naik tanpa pemberitahuaan. Ataupun hotel yang hanya mengijinkan pelaku lokal tertentu saja yang boleh reservasi room, padahal untuk tamu yang kontak langsung hotel memberikan segudang kemudahan dan segala fasilitas.
Masalah di atas hanyalah ketidakinginan Management hotel di Yogyakarta dengan memperlakukan polecy yang tidak menginginkan pelaku lokal untuk berkembang, sehingga harga roomnya tidak flexible, dan sangat tidak menguntungkan untuk pelaku wisata lokal Yogyakarta. Sehingga harga jual tour yang dibuat oleh pelaku pariwisata lokal jauh lebih mahal daripada pelaku pariwisata dari luar negeri dari Malaysia misalnya.
